Sunday, November 23

cerita bunga dan kumbang

Cik Hani | 23:17 | 0Comments |


Hari 1: kumbang tidak datang.. “oh, mungkin dia sedang berada di taman yang lain.. mencari sari bunga yang lain.. biarlah” pikir si bunga
Hari 2: kumbang masih tetap tidak datang.. “hmm.. mungkin bunga-bunga di sana lebih banyak sarinya.. mungkin dia sedang butuh banyak sari untuk membuat madu.. biarlah” pikir si bunga hari itu
Hari 3: kumbang tak juga datang.. “sudah hari ketiga..tidakkah dia tau, kalau aku menunggunya.. hmm.. apakah nanti, jika si kumbang datang, aku harus bilang, kalau aku menunggunya. Ah, tidak.. aku tidak perlu bilang.. biarlah”
Hari 4: si bunga mulai resah.. ada rasa cemburu.. wajahnya lesu.. kuyu.. dia tidak seceria hari-hari sebelumnya.. “dimanakah kau, kumbang? tak taukah kau,bahwa aku menunggumu?”
Hari 5: “seperti apakah sari bunga di sana, hai kumbang? apakah tidak sama seperti kepunyaanku? bukankah kami serupa? aku cemburu”. Dan wajahnya semakin menghitam.. keriput.. kisut.. sedih..
Hari 6: “tak taukah, kau kumbang.. aku tidak bisa hidup tanpamu. aku butuh nectarmu.. kamupun butuh sariku, untuk membuat madu.” tangkainya sudah tidak kuasa lagi menahan.. perlahan, badannya lemas.. terkulai.. sayup sayup terdengar suara bunga, “selamat tinggal, kumbang.. semoga kau bahagia di sana”
Hari 7: Kumbang sedang mencari taman yang lama. taman yang dulu dia singgahi untuk mencari sari bunga. taman modern itu telah membuat dia lupa dengan taman yang lama. selain itu, dia juga mencari seorang teman lamanya.. dulu, si kumbang selalu mendatanginya.. bercerita tentang apa saja.. cerita tentang bagaimana dia harus terbang dengan terburu-buru karena cuaca mendung. cerita tentang bagaimana dia harus melawan para manusia yang menyerang rumahnya. cerita tentang angin.. cerita tentang dunia. karena hanya kumbang yang bisa melihat indahnya dunia, sementara teman lamanya tidak. karena teman lamanya adalah si bunga.
sejam, dua jam, tiga jam, si kumbang mengelilingi taman itu.. ia mencari sebuah bunga kecil, sederhana, teman lamanya.. tidak juga dia menemukan bunga, teman lamanya itu.. dia berputar lagi, dia masih berusaha mencari..
"ah, ini pasti karena bunga di taman modern itu yang menahanku. dia merayuku.. aku dilarang pergi dan kembali ke taman ini. Oh, bunga, teman lamaku.. di manakah gerangan kamu.. aku merindu.. aku merindu cerianya kamu.. aku merindu gelak tawamu.."
kemudian, si kumbang menemukan sebuah bunga yang kecil, mahkotanya sederhana, “ah, itu pasti bunga. Tapi.. mengapa dia hitam? warnanya tidak begitu.. lalu, kenapa dia tertidur. biasanya dia yang paling semangat menyambutku.” Si kumbang terbang mendekat.. lalu, dari dekat dia baru menyadari, si bunga telah terbujur kaku, wajahnya menghitam, keriput. tapi masih terpancar keindahan dan kesederhanaannya.. kumbang menangis sedih.. dia menyesal.. “maafkan aku, bunga..”

No comments:

Post a Comment