Saturday, October 18

Terlalu Sibuk Mencari Apa Yang Akan Ditinggalkan Pergi..

Cik Hani | 00:28 | 0Comments |

1.Apakah sebenarnya yang kita inginkan dalam kehidupan ini?

2.Apakah yang sebenarnya dapat membuatkan kita merasa lapang dan bahagia?

3.Adakah dengan mengejar apa yang kita inginkan, daripada sekalian kenikmatan dunia, dapat membuatkan kita puas menjalani kehidupan?

4.Pernahkah sesekali kita merasakan hidup ini terkurung dalam obsesi untuk meraih kesenangan dunia?

5.Setelah kita mendapatkannya, kemudian apa?

6.Mungkinkah kita mendapatkan segalanya?

7.Sekalipun jika mungkin, mungkinkah segalanya itu membuka pintu-pintu kebahagiaan?

8.Sekalipun jika memang ia mampu memberi bahagia, untuk berapa lama?

9.Untuk apa sebenarnya kita dilahirkan jika akhirnya nanti hanyalah kematian?

10.Adakah segala yang kita perbuat di atas muka bumi ini berlalu tanpa ada perhitungan dan balasan?

11.Kita ingin hidup lama, atau hidup untuk selama-lamanya?

12.Jika lama sekalipun, adakah lama itu menjadi ukuran pada keberhasilan kita menyiapkan bekal ke syurga?

13.Umat demi umat, masyarakat demi masyarakat, individu demi individu, telah pergi dan kita sendiri menyaksikan kehilangan mereka dengan nisan sebagai tanda, maka apakah kita merasakan bahawa kita akan kekal hidup atas dunia?

14.Jika tidak, kenapa kita sibuk menjadikan dunia ini sebagai destinasi, lalu mengumpul sebanyak mungkin bekal untuk hidup, bukan untuk menghadapi kematian?

15.Adakah kita lupa?

16.Atau kita terlalu gembira berada dalam sekelumit kesenangan yang dianugerahkan kepada kita?

17.Kenapa ketika akal kita merasa sedar akan datangnya kematian, namun hati kita masih obses memburu dunia?

18.Antara rasional dan emosional, terpisahkah ia?

19.Jika ya, bolehkah kita menyatukan dan menyamakan frekuensi antara akal dan hati?

20.Sampai bila kita harus berdiam dan tidak menjawab persoalan-persoalan yang timbul dalam hati kita?


21.Adakah kita terlalu sibuk mencari apa yang akan kita tinggalkan pergi?


أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَن تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِن قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَكَثِيرٌ مِّنْهُمْ فَاسِقُونَ  
"Belum sampaikah lagi masanya bagi orang-orang yang beriman, untuk khusyu’ hati mereka mematuhi peringatan dan pengajaran Allah serta mematuhi kebenaran (al-Quran) yang diturunkan (kepada mereka)? Dan janganlah pula mereka menjadi seperti orang-orang yang telah diberikan Kitab sebelum mereka, setelah orang-orang itu melalui masa yang lanjut maka hati mereka menjadi keras, dan banyak di antaranya orang-orang yang fasik (derhaka)." (Al-Hadid, 57:16)


No comments:

Post a Comment