Tuesday, March 11

Doa Kami

Cik Hani | 14:52 | 0Comments |


Dari KLIA menghala ke Beijing , 
Perjalanan terhenti membuat kami pening . .

Di kepekatan malam engkau sembunyi , 
Hilang di radar terus dicari , 
Pelbagai persoalan kini dikaji . . . 
Langit cerah kini menyuluhmu , 
Seluruh dunia kini menanti hadirmu , 
Hujan sudah berlinangan di pipi , 
Namun dirimu tetap menyepi . . . 
Wahai manusia . .
Jangan dipermain nyawa-nyawa insan , 
Jangan hilangkan sifat kemanusiaan , 
Kehidupan manusia terus diadili , 
Adakah berniat untuk menghakimi ? . . .
Jika dihijack kembalikanlah
Wahai hijackers kalian bertaubatlah . .
Jika angkara pengganas hentikanlah
Kembalikan saja urusan kepada Allah . . 
Umat manusia menambah polemik
Si bijak pandai menjadikannya bahan politik , 
Si pelawak mencipta lucu , 
Si dengki terus mencaci , 
Si genius pula mentaksir sendiri . . . 
Kami pohon pada Mu Ya Allah , 
Tunjukkanlah kekuasaan Mu Ya Rabbi , 
Agar semua ini segera terhenti , 
Agar semua bisa mengerti . . . 
Ya Allah Ya Rahman , 
MilikMu jua sebaik perancangan , 
Kami hanya buat yang terbaik sebagai hamba , 
Namun Engkau jua pemilik kuasa . . . 
Andai di langit turunkanlah , 
Andai di laut timbulkanlah , 
Andai di darat tunjukkanlah , 
Dan andai di alam lain sekalipun singkapilah . . . 
Ya Allah Penolong kami . . .
Jika masih hidup pulangkanlah , 
Agar dapat kami syukuri , 
Jika telah tiada buktikanlah ,
Agar kami pasrah merelakan mereka pergi . . . 
Ya Allah Ya Ghafur . . .
Jika ada sebab dari dosa kami ampunilah
Jika ada sebab kejahilan kami tunjukilah . . .
Ya Allah Ya Rahim . .
Kami yakini kuasaMu dari kisah Ashabulkahfi
Kami yakin dengan mukjizatMu kepada para Nabi . .
Kami masih mengharap KeajaibanMu . . .
Kami akan terus mengharap kepada KuasaMu ,
Ya . . ! hanya kepada Mu Ya Allah. .
Ya Robbal Alamiin . . . Tuhan Pengatur sekalian alam .
***AMIIN***


marilah sama-sama kita aminkan serendah hati setulus budi buat meredakan jiwa insan-insan yang menanti , biarpun tiada mereka dalam MH370 itu dari kalangan keluarga kita sendiri .

.
.
.
Adaptasi Warga Prihatin dari rintihan asal 
Nukilan Faris Yusri

No comments:

Post a Comment